Pengembangan Model Strategi Inovasi Hijau untuk Industri Pengolahan Limbah Berbahaya Menggunakan Analisis SWOT dan Pemodelan Struktural Interpretatif

Authors

  • Miswadi Miswadi Politeknik META Industri Cikarang
  • Amat Damuri STMIK Al-Muslim Bekasi
  • Iwan Mulyana STMIK Al-Muslim Bekasi
  • Idrus Ramadhan Universitas Al-Azhar Indonesia

Keywords:

Inovasi Hijau, Limbah B3, SWOT, Interpretative Structural Modeling (ISM), MICMAC

Abstract

Pesatnya pertumbuhan industri memicu peningkatan volume limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), sehingga industri pengolahan limbah dituntut mengadopsi strategi inovasi hijau guna menciptakan keunggulan kompetitif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan merumuskan model strategi inovasi hijau yang terstruktur pada industri pengolahan limbah B3. Metode yang digunakan adalah pendekatan hibrida yang mengintegrasikan analisis SWOT untuk ekstraksi variabel strategis dan Interpretative Structural Modeling (ISM) berdasarkan penilaian konsensus lima panel pakar untuk memetakan hierarki antar-elemen. Hasil analisis partisi level dan matriks MICMAC menunjukkan bahwa delapan variabel yang diteliti terbagi ke dalam tiga tingkatan tanpa adanya variabel otonom. Komitmen pendanaan manajemen puncak dan regulasi lingkungan yang ketat menempati level fondasi sebagai key drivers dengan daya dorong tertinggi (DP = 8). Variabel taktis operasional seperti adopsi teknologi rendah emisi, investasi infrastruktur, ekonomi sirkular, logistik, dan mitigasi resistensi sosial berada pada level intermediet. Sementara itu, peningkatan kompetensi green skill SDM lokal menjadi output pada level puncak dengan daya ketergantungan tertinggi (DEP = 8). Kesimpulannya, peningkatan kapabilitas pekerja khususnya dalam mengadopsi strategi inovasi hijau (green innovation strategy) merupakan dampak akhir (outcome) yang baru dapat terwujud secara optimal jika fondasi pendanaan, infrastruktur teknologi, dan kepatuhan regulasi di tingkat bawahnya telah mapan.

Downloads

Published

2026-10-23